Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Tuban

  1. LATAR BELAKANG
  1. Peningkatan Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Tuban pada Tahun 2021 sebesar 0,40% (sumber data BPS Kab. Tuban Tahun 2021) dengan perbandingan, pada bulan Maret 2020 sebanyak 187,13 ribu jiwa penduduk miskin dan pada bulan Maret 2021 sebanyak 192,58 ribu jiwa mengalami peningkatan sebesar 5,44 ribu jiwa.
  2. Konsep dasar BPS yaitu, Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan Rp. 388.176,- di bawah Garis Kemiskinan (GK = Rp. 472.525,-).
  3. Penduduk Miskin Ekstrem adalah mereka yang hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita per hari Rp. 11.941 atau Rp. 358.233,- per kapita per bulan.

  1. DASAR PELAKSANAAN
  1. Berita Resmi Statistik No. 02/12/3523/Th. III tanggal 07 Desember 2021.
  2. Peraturan daerah Kabupaten Tuban Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman.
  3. Peraturan daerah Kabupaten Tuban Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pengentasan Kemiskinan.
  4. Peraturan daerah Kabupaten Tuban Nomor 22 Tahun 2018 tentang Bantuan Hukum bagi Rakyat Miskin.

  1. PELAKSANAAN KEGIATAN
  1. Adanya Rapat Koordinasi Rencana Percepatan Penanggulangan Kemisikinan Kabupaten Tuban pada tanggal 13 Januari 2022 di Ruang Rapat Pangeran Anom Lt. II Bappeda Litbang Kabupaten Tuban, yang dipimpin oleh Kepala Badan Bappeda Litbang.
  2. Peserta rapat koordinasi terdiri dari 7 (tujuh) OPD sebagaimana terlampir.
  3. Untuk mendukung Kegiatan penanggulangan kemiskinan maka dilaksanakan Percepatan Program masing-masing OPD.
  4. Penyiapan data Desil 2 dan 3 ditargetkan akhir Bulan Januari telah tersedia.
  5. Program kegiatan pemberian makanan harian tetap dilaksanakan dengan peruntukan masyarkat yang masuk dalam Desil 1.
  6. Pola bantuan dari OPD terkait diharapkan memenuhi standard dengan melengkapi menu 4 Sehat 5 Sempurna.
  7. Dibutuhkan koordinasi langsung dengan Perangkat Desa dalam rangka kesiapan kegiatan SUSPENDUK.

Komentar

comments powered by Disqus